Sayyidina Umar bin Khottob, Pemimpin Paling Tegas di Dunia

Sayyidina Umar bin Khottob, Setan pun Ketakutan dengannya
MusliModerat.Com - Sayyidina Umar bin Khoththob ra itu orangnya keras dan tegas. Kalau marah, bisa bunuh orang. Beberapa kali dia menawarkan membunuh orang yg menghina Nabi / maksiat lain, namun saat Nabi menolak, beliau tunduk.

Saat Hijrah ke Madinah, jika yang lain kabur dengan sembunyi-sembunyi, Umar bin Khoththob terang2an pergi ke Madinah dgn kendaraannya sambil menantang kaum kafir Mekkah.
"Siapa yang mau anaknya jadi yatim dan istrinya jadi janda, silahkan halangi saya," kata Umar kepada kaum kafir tsb. Satu pun orang2 kafir tsb tak ada yang berani mencegah Umar.
Saat Gubernur Mesir, 'Amr bin Ash menggusur rumah seorang Yahudi untuk perluasan masjid dan Yahudi ini lapor kepada Umar, Umar tanpa banyak kata cuma mengambil sebuah tulang dan menggoresnya dengan pedangnya garis lurus dan garis yang menyilang yang membelah garis pertama. Berikan tulang ini kepada 'Amr, kata Umar kepada Yahudi tsb.

Saat Yahudi tsb memberikan tulang tsb kepada 'Amr, 'Amr pun gemetar ketakutan dan langsung memberikan kembali rumah orang Yahudi itu.
"Kenapa anda takut dan mengembalikan rumah saya?" Kata Yahudi tsb. "Apa arti tulang tsb?"
'Amr menjelaskan, "Garis lurus ini adalah perintah agar aku berlaku lurus. Garis yang membelah ini adalah peringatan bahwa jika aku berlaku tidak lurus, Umar akan memenggal leherku".
Tanpa kata2. Tanpa diplomasi atau negosiasi, Umar membuat 'Amr jadi gentar ketakutan dan tunduk. Terbayang jika garis pedang ditulang itu menggores lehernya.
Khalid bin Walid pun Jenderal yang dikenal sebagai Syaifullah atau pedang Allah dan kejam luar biasa namun dikagumi banyak orang, tidak berdaya saat Umar memberhentikannya.

Nabi bersabda, andai Umar berjalan di satu jalan, dan setan sebetulnya mau lewat jalan itu juga, namun begitu setan itu tahu Umar lewat situ, setan itu akan mengambil jalan lain karena takutnya. Meski jauh memutar.

Ketegasan dan kekerasan Umar bin Khoththob inilah yang membuat ummat Islam bersatu saat itu. Tak ada yang berani berontak. Saat Umar terbunuh, fitnah pun baru mulai muncul. Sesama Muslim akhirnya berperang atau berontak pada Khalifah yang sah.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: