Rabu, 05 Oktober 2016

Saudi Resmi Gunakan Kalender Masehi, Ulama Wahabi: itu Menyerupai Kristen

Saudi Resmi Gunakan Kalender Masehi, Ulama Wahabi: itu Menyerupai Kristen
MusliModerat.Com | Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk meninggalkan sistem kalender Hijriah dan beralih ke sistem kalender Gregorian atau Masehi dalam pembayaran gaji pegawai negeri. Ini dilakukan sebagai bagian dari langkah-langkah penghematan keuangan negara.
Kerajaan Saudi mulai mengadopsi sistem kalender Masehi ini Sabtu, 1 Oktober waktu setempat. Demikian seperti diberitakan media Press TV,Senin (3/10/2016).
Dengan keputusan ini, sistem penggajian pegawai negeri di Saudi kini sama dengan kebanyakan sistem penggajian di sektor swasta. Salah satu yang terdampak perubahan ini adalah para pegawai negeri di berbagai departemen pemerintahan akan menerima gaji tahunan lebih sedikit dari yang selama ini mereka terima.
Hal ini dikarenakan jumlah hari dalam tahun Hijriah yang selama ini digunakan di Arab Saudi, 11 hari lebih pendek ketimbang jumlah hari dalam perhitungan tahun Masehi.
Sistem kalender Hijriah telah diadopsi pemerintah Saudi sejak terbentuknya kerajaan tersebut pada tahun 1932 silam. Namun pada pekan lalu pemerintah melakukan rapat kabinet yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz.
Dalam rapat, kabinet memutuskan untuk menghemat sejumlah pengeluaran di sektor pelayanan publik. Termasuk di dalamnya, memotong gaji menteri sebesar 20 persen dan 15 persen gaji Dewan Syuro, serta menambah biaya visa masuk bagi warga Saudi dan warga asing.
Bonus tahunan pada Tahun Baru Hijriah, yang jatuh mulai 2 Oktober,juga ditiadakan. Begitu pula pembaruan atau perpanjangan kontrak kerja tidak akan ada kenaikan gaji. Cuti tahunan bagi para menteri juga dikurangi, dari 42 hari menjadi 36 hari.
Saudi yang dulunya dikenal akan dana pembelanjaan publik yang boros, telah terkena dampak merosotnya harga minyak, serta mahalnya biaya operasi militer pasukan Saudi terhadap para pemberontak Houthi di Yaman.
Kerajaan Saudi tengah mengalami defisit anggaran hampir US$ 100 juta dikarenakan turunnya harga minyak serta meningkatnya pembelanjaan militer. Dana militer tersebut sebagian besar telah disalurkan untuk operasi militer di Yaman memerangi kelompok Houthi.
Apa pandangan ulama Salafi-Wahabi tentang masalah hukum penggunaan kalender Nasrani ini?
Berikut pendapat Komisi Fatwa Arab Saudi yang diketuai oleh Syekh Bin Baz:
Fatwa 1
ﻭﻧﺮﻏﺐ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺭﺃﻱ ﺳﻤﺎﺣﺘﻜﻢ ﻓﻲ اﺳﺘﻌﻤﺎﻝ اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻤﻴﻼﺩﻱ ﻓﻲ ﻋﻤﻞ اﻟﺸﺮﻛﺔ، ﺑﺤﻴﺚ ﺗﺼﺒﺢ اﻟﺴﻨﺔ اﻟﻤﺎﻟﻴﺔ ﻟﻠﺸﺮﻛﺔ ﺑاﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻤﻴﻼﺩﻱ، ﻫﻞ ﻫﺬا اﻟﻌﻤﻞ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺣﺮاﻣﺎ ﺃﻡ ﺣﻼﻻ؟
Pertanyaan : Kami ingin tahu pendapat anda tentang penggunaan kalender Masehi dalam perdagangan, sebab tahun perdagangan keuangan menggunakan Masehi. Apakah ini haram atau halal?
ﺟ: اﻟﻮاﺟﺐ اﻟﺒﻘﺎء ﻋﻠﻰ اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻬﺠﺮﻱ، ﻛﻤﺎ ﺩﺭﺝ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻣﻦ ﻋﻬﺪ اﻟﻔﺎﺭﻭﻕ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺇﻟﻰ اﻟﻴﻮﻡ، ﻭﻫﻮ ﺷﺮﻑ ﻟﻷﻣﺔ.
Jawab: Hal yang wajib adalah tetap menggunakan kalender Hijriyah sebagaimana dilakukan oleh umat Islam sejak masa Umar al-Faruq sampai hari ini. Ini adalah kemuliaan bagi umat ini (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/398)
Fatwa 2:
ﻣﺎ ﺣﻜﻢ اﻟﺘﻌﺎﻣﻞ ﺑاﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻤﻴﻼﺩﻱ ﻣﻊ اﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻬﺠﺮﻱ؟ ﻛﺎﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ اﻷﻋﺎﺟﻢ، ﺃﻭ اﻟﻜﻔﺎﺭ ﻣﻦ ﺯﻣﻼء اﻟﻌﻤﻞ؟
Pertanyaan: Apa hukum menggunakan kalender Masehi bersama orang yang tidak tahu kalender Hijri? Seperti umat Islam non Arab atau para pemimpin Non Islam?
ﺟ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ اﻟﺘﺄﺭﻳﺦ ﺑﺎﻟﻤﻴﻼﺩﻱ؛ ﻷﻧﻪ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﺎﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﻣﻦ ﺷﻌﺎﺋﺮ ﺩﻳﻨﻬﻢ، ﻭﻋﻨﺪ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭاﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺗﺎﺭﻳﺦ ﻳﻐﻨﻴﻬﻢ ﻋﻨﻪ، ﻭﻳﺮﺑﻄﻬﻢ ﺑﻨﺒﻴﻬﻢ ﻣﺤﻤﺪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -، ﻭﻫﻮ ﺷﺮﻑ ﻋﻈﻴﻢ ﻟﻬﻢ، ﻭﺇﺫا ﺩﻋﺖ اﻟﺤﺎﺟﺔ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ.
Jawab: Tidak boleh bagi umat Islam menggunakan kalender Masehi. Sebab itu menyerupai agama Kristen dan termasuk syiar agama mereka. Alhamdulillah bagi umat Islam memiliki kalender yang memenuhi mereka dari kalender Masehi dan dapat menyambung mereka dengan Nabi Muhammad. Ini adalah kemuliaan agung bagi mereka. Jika diperlukan boleh digabung antara Hijriyah dan Masehi (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/399)
Fatwa 3:
ﻟﺬا ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻤﺴﻠﻢ اﻟﺘﻮﻟﻲ ﻋﻦ اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻬﺠﺮﻱ ﻭاﻷﺧﺬ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﻣﻦ ﺗﻮاﺭﻳﺦ ﺃﻣﻢ اﻷﺭﺽ، ﻛاﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻤﻴﻼﺩﻱ، ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻦ اﺳﺘﺒﺪاﻝ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺃﺩﻧﻰ ﺑﺎﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺧﻴﺮ.
Tidak boleh bagi seorang Muslim berpaling dari kalender Hijriyah dan mengambil kalender umat lain di bumi, seperti kalender masehi. Sebab ini mengganti sesuatu yang baik dengan yang lebih rendah (Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/410)
Advertisement

Advertisement