Santri, Kaifa Hal?

Santri, Kaifa Hal?
MusliModerat.Com - S A N T R I KAIFA HAL?

Kang Santri...
Masihkah sarung lusuh mengikat dipinggangmu?
Ataukah sudah berganti Wangler, Lotto, Lea atau Jeans?
Namun, tidak lah mengapa. Yang penting kau tetap santri...

Masihkah tikar dan onggokan kayu sebagai alas dan bantal tidurmu?
Ataukah sudah berganti springbad bergaya eropa?

Masihkah tlumpah jawa jadi alas kakimu?
Ataukah sudah berganti sandal dan sepatu yang necis-necis?
Masihkah tumis kangkung dan terong gosong jadi laukmu?
Ataukah sudah berganti Pizza dan Hamburger?

Masihkah satu eblek nasi panas kau kerubuti bak semut berebut gula?
Ataukah sudah berganti makan sendiri-sendiri dengan piring mangkuk buatan China?

Masihkah secangkir kopi dan sebatang rokok kau nikmati bersama?
Ataukah slogan nafsi-nafsi kini sudah membudaya?

Masihkah riyadloh menjadi tradisimu?
Puasa daud, Puasa mutih, ngrowot dan tarkudzirruh...
Ataukah semua itu sudah kau tinggalkan?

Masihkah syiir-syiir bait masih terus kau lantunkan?
Tentang tauhid..
Tentang fiqih..
Tentang tashowuf..
Tentang budi pekerti..
Tentang cinta, Tentang kasih. ..
Cinta kasih kepadaNya dan kekasihNya...
Ataukah sudah berganti dangdut koplo, remix dan lagu-lagu barat?

Masihkah berkah para kyai, para guru dan auliya' masih kau kais?
Ataukah semuanya kini tinggal cerita?

Masihkah sorogan, mathla'ah kitab kuning mengisi hari-harimu?
Ataukah kini sudah berganti WhatsApp, Telegram, Fesbuk dan BBM an?


Kang Santri..
Hari ini tepat tanggal 22 Oktober... para pendahulumu, guru-guru mu, seniormu - bukan kamu, akan diperingati jasa-jasanya, semangatnya, kesholihanya...
Dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan...
Dalam menjaga NKRI..
Dalam menyebarkan Agama..
Dalam menanamkan Islam di Nusantara...
Dalam menjaga tradisi dan budaya bangsa...
Bisakah kau meneladani mereka?
Mereruskan perjuanganya?

Berterima kasih lah kepada mereka dengan doa-doa?
Berakhlak mulia lah seperti mereka...
Jika tidak...
Biarlah yang bercelana dan bersepatu yang jadi santri...
Biarlah yang berjas, perlente, ber-hp mahal yang jadi santri...
Sebab, sesungguhnya santri tidak hanya mereka yang pernah nyantri, apalagi sekedar simbul..

Namun santri adalah mereka yang berkarakter santri, berakhlaq santri, berwawasan santri, sekalipun ia belum pernah nyantri...
Masihkah orang mengingat kita sebagai santri kelak setelah DIA menjemput kita? Semoga...!!

#Kyai Zahro Wardi, PP Darussalam, Sumberingin, Karangan, Trenggalek.


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: