Kamis, 27 Oktober 2016

Klarifikasi KH Ma'ruf Amin tentang MUI, Ahok dan Demo

Klarifikasi KH Ma'ruf Amin tentang MUI, Ahok dan Demo
MusliModerat,Net | Pada hari ini, Rabu, 26/10/2016 mulai pukul 13.30 WIB saya bersama jajaran Syuriah PBNU mengikuti rapat Syuriah PBNU di Lantai IV Gedung PBNU di Jl. Kramat Raya 164 Jakarta Pusat yang langsung dipimpin oleh Rais Aam, Dr. KH. Ma'ruf Amin. Beliau juga Ketua Umum MUI Pusat. 

Dalam pengantar rapat tersebut beliau lebih dahulu mengklarifikasi tentang Pernyataan Sikap Keagamaan MUI yang di dunia maya banyak disalahpahami sebagai fatwa MUI.

Berikut ini pernyataan sebagai klarifikasi yang saya dengar langsung dan langsung saya catat dari Dr. KH. Ma'ruf Amin (Rais Aam PBNU dan Ketua Umum MUI Pusat):

Pertama, Pernyataan Sikap Keagamaan MUI itu adalah respon terhadap pernyataan keagamaan di Kepulauan Seribu oleh Gubernur DKI Jakarta agar diproses melalui jalur hukum.
Yang disikapi MUI bukanlah persoalan tafsir al-Qur'an surat al-Maidah ayat 51.

Kedua, MUI diisukan telah memasuki wilayah politik. Sebenarnya isu itu tidak benar, yang benar bahwa pak Ahok telah memasuki wilayah agama yang bukan menjadi kewenangannya.

Ketiga, MUI dituduh telah melakukan kegaduhan, isu ini tidak benar. Dalam kasus ini MUI hanya mengkanalisir agar masalah hukumnya diselesaikan pihak yang berwenang atau kepolisian, agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

Keempat, MUI tidak mendukung dan tidak menganjurkan umat Islam untuk terjun mengikuti demonstrasi pada tanggal 4 Nopember 2016 yang akan datang. Lambang MUI tidak boleh disalahgunakan untuk mendukung agar umat Islam turut dalam rencana demonstrasi tersebut.

Kelima, Demikian pula bila ada anggota MUI ikut demonstrasi itu atas nama pribadi tidak mewakili MUI. MUI Pusat sangat menganjurkan agar umat Islam tidak turun mengikuti demonstrasi besok.

Apabila ada sebagian umat Islam yang mengikuti demonstrasi itu, mereka wajib menjaga keamanan dan tidak bersikap anarkis demi menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

Dari Facebook KH.Ahmad Ishomuddin (Rois Syuriah PBNU)
Advertisement

Advertisement