KH Said Aqil Siradj: Karena Internet Generasi Muda bisa Menentang Para Kiai

;
KH Said Aqil Siradj: Karena Internet Generasi Muda bisa Menentang Para Kiai
MusliModerat.net | Kemajuan teknologi digital terutama internet saat ini memang membawa nilai positif tetapi dampak negatif yang ditimbulkannya juga besar bagi masyarakat. Provokasi dan kampanye ideologi yang disebarkan kelompok-kelompok tertentu diberbagai media bisa menghncurkan ideologi bangsa dan agama yang sudah dibangun para pendiri bangsa.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat berbicara pada puncak acara pentupan Expo Futuhiyyah, Refleksi 115 Tahun Kiprah Futuhiyyah untuk Bangsa, Sabtu (29/10), di halaman Pondok pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah.

“Pengaruh negatifnya, generasi muda bisa saja tidak mau mengenal atau bahkan menentang para kiai yang notabene merupakan panutan umat. Kehadiran dan keberadaan ulama sebenarnya dapat membendung arus liar yang ada di pikiran remaja dan generasi muda saat ini,” paparnya.

Lanjutnya, sambil menyitir Al-Qur’an Surat Al Hajj ayat 54, bahwa yang dimaksud ‘ûtul ilm’ di sana adalah para ulama. Ulamalah yang paling mengetahui tentang shirâthul haqshautul haq, dan kalimatul haq (jalan dan suara kebenaran). 

Hal ini dibuktikan bahwa peradaban islam membutuhkan peran ulama sebagai tiang fondasi. Peran mereka pada perkembangan keilmuan Islam dalam memahami maksud ayat Al-Qur’an dan Hadits begitu besar. Sebut saja Abul Aswad ad Du’ali (pemberi titik Al-Qur’an), Khalil bin Ahmad (pemberi harakat ayat), Abul ‘Ubaid Qasim bin Salam (pencipta ilmu tajwid), Syibawaih (penyempurna ilmu nahwu), Syihabuddin ar Romahurmuzi (pelopor tashhih Hadits), Imam as Syafi’i (pencetus ushul fiqh), Imam al-Asy’ari, Imam al-Ghazali, juga Syekh Mahfud at-Tirmasi, Syekh Ahmad Khatib Sambas, dan lain-lain.

Kiai said juga menuturkan bahwa memahami ajaran Islam harus utuh dan tidak boleh setengah-setengah untuk mendapatkan pemahaman yang tidak keliru. “Ibarat rumah, haqiqat (tauhid) itu fondasi, genting adalah syariat, dan dinding-dindingnya adalah akhlak,” tuturnya.

Kiai Said menilai, keberhasilan Nabi SAW dalam membentuk umat merupakan buah kesuksesan menggabungkan dua fondasi utama yang kuat yakni pemerintahan dan agama. Peran ulama dan kiai dalam perjuangan bangsa Indonesia juga sangat besar. Seperti Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dengan Resolusi Jihad-nya yang berhasil menyatukan ukhuwah islamiyyah (persaudaraan sesama umat Islam) danukhuwah wathaniyyah (persaudaraan sesama bangsa) pada saat itu.

“Hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman, itu yang mempopulerkan adalah Mbah Hasyim Asy’ari. Jadi, NU punya jasa besar dalam menbangun nasionalisme-religius,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada kelompok-kelompok yang mengganggu keutuhan NKRI agar diusir saja dari Negara Indonesia. Karena hal ini sesuai dengan semangat Surat al-Ahzab ayat 60.

Gelaran Expo Futuhiyyah, Refleksi 115 Tahun Kiprah Futuhiyyah untuk Bangsa dimulai dari tanggal 25 Oktober dan berakhir 29 Oktober. Agenda kegiatannya meliputi kirab bendera, seminar nasional, bahtsul masa’il, pameran produk, lomba-lomba, bakti sosial, bedah buku, penyuluhan kesehatan dan ditutup dengan Maulid Nabi.

“Alhamdulillah, acara kegiatan telah terlaksana dengan sukses dan lancar tanpa ada kendala yang berarti,” kata ketua panitia Expo Futuhiyyah, H. Faizurrahman Hanif.

Tampak hadir dalam penutupan Expo Futuhiyyah para kiai pengasuh pondok pesantren di Mranggen, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Demak, Wakapolres Demak Kompol Sulasno, pengurus PCNU Demak dan PWNU Jawa Tengah, anggota kepolisian/TNI, para kepala madrasah, dan ribuan santri. 

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah KH Said Lafif Hakim berterima kasih atas dukungan dan kerja sama kepada semua pihak yang membantu kesuksesan dan kelancaran kegiatan expo ini. “Dan kami berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun mendatang,” harapnya.(Ben Zabidy /Mahbib/NU Online)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: