Kamis, 27 Oktober 2016

Jangan Hanya Terpaku Pada Al-Maidah 51 tapi juga Terapkan Al-Maidah ayat 8

Jangan Hanya Terpaku Pada Al-Maidah 51 tapi juga Terapkan Al-Maidah ayat 8
MusliModerat.Net | Dalam suasana masih hangat-hangatnya sebagian umat Islam emosional pada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait Al-Maidah ayat 51, pesan menyejukkan datang dari sosok KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Dalam postingan di timeline facebooknya, Gus Mus menuliskan pesan sempatkan membaca Al-Maidah ayat 5. Gus Mus tidak secara spesifik mengaitkan anjurannya ini dengan polemik yang tengah menyeruak di masyarakat, terlebih di Jakarta. Namun banyak netizen merespon pesan Gus Mus ini menyambung dengan ayat tentang memilih pemimpin bagi muslim.



Begini postingan Gus Mus:Sempatkan baca ini juga:"يآايها الذين آمنوا كونوا قوامين لله شهدآء بالقسط ، ولا يجرمنكم شنآن قوم على الا تعدلوا ؛ اعدلوا هو أقرب للتقوى؛ واتقوا الله ، إن الله خبير بما تعملون." 

(5. al-Maidah: 8) "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak-penegak kebenaran karena ALLAH dan menjadi saksi dengan ADIL. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, menyeretmu untuk berbuat tidak adil. Bersikap adillah. Adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Mahamengetahui apa yang kalian lakukan." 
Saat redaksi Arrahmah akses pada, Rabu (26/10/2016), postingan Gus Mus ini sudah dishare 2.271 share dan ditanggapi positif oleh netizen.
Akun Muhammad Adib misalnya menuliskan"saya serasa umar bin khatab yang di dawuhi abu bakar prihal wafatnya Rasululloh... seraya bergumam: كأني لم اتل هذه الآية....."

Dini Purwaning Rahayu menulis "Rindu dengan ulama2 senior yg dulu.. Yang sekarang ustadz2 yg muncul hanya hafal ayat secara tekstual saja yai.. Mohon kaderisasinya diperluas mbah.. Matur nuwun.."

Wahyu Setya Budi menulis "Yuk ngaji lagi..... 
Jauh2 hari Allah Swt sdh memberi peringatan, hanya kitanya yg dibebalkan dgn rasa benci yg berlebihan"

Anjaha Naufal Muhammad menulis "nah itu yang sulit gus, kebanyakan karena pangkat sudah tinggi dan ada rasa tak suka pada bawahan, maka terjadilah.. hal yang seperti itu bahasa jawanya tu "kerep" hampir semua orang seperti itu, maka Allah meluruskan dari ayat tersebut, bahwa bersikap adil lebih dekat ke taqwa, sedangkan masih banyak orang ingin bisa taqwa tapi bagaimana caranya.. terkadang memang, jalan keluar berada sangat dekat dengan kita, namun ego mengaburkannya.."


Sumber: Akun FB Gus Mus
Editor: Ibn Yaqzan/Arrahmah Nusantara
Advertisement

Advertisement