Senin, 10 Oktober 2016

Innalillahi, 7 Santri Langitan Meninggal Tenggelam di Bengawan Solo

Innalillahi, 7 Santri Langitan Meninggal Tenggelam di Bengawan Solo
MusliModerat.Com - Jumat (7/10) yang merupakan hari libur bagi santri di Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Tuban menjadi hari duka. Tujuh santri belum ditemukan karena terseret arus Bengawan Solo saat mereka bersama 18 santri lainnya berniat membeli kebutuhan pokok ke Pasar Babat.
Cerita pilu itu bermua saat para santri itu menyewa perahu di Dusun Selawe, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Tuban untuk melintasi sungai Bengawan Solo.
Saat ditumpangi bersama-sama untuk mengarungi ganasnya sungai Bengawan Solo, perahu yang dikemudikan Markat, 65, itu tiba-tiba terbalik, tepatnya di Dusun Tambangan, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan.
‘’Saat menyeberang Bengawan Solo tahu-tahu perahu sudah terbalik, sejumlah warga sekitar berupaya menolong korban,’’ jelas Bence, salah satu warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
M. Imam Buchori, salah satu penumpang selamat menjelaskan, 25 santri berencana ke Pasar Babat untuk membeli kebutuhan pokok. Sebab Jumat merupakan hari libur santri.
‘’Kami Berangkat sekitar pukul 09.30 dari Widang,’’ jelas Imam. Saat mendekati Dusun Tambangan, tiba-tiba perahu berat di bagian depan. Akibatnya, keseimbangan perahu tidak terjaga dan selanjutnya terbalik.

Seluruh penumpang tercebur ke Bengawan Solo. Pengemudi perahu yang bisa berenang membalikkan perahu. Tujuannya, agar perahu tetap mengambang dan bisa dijadikan pegangan penumpang.‘’Tidak ingat secara pasti karena kejadian cukup cepat,’’ tuturnya.
Imam mengaku saat kejadian seluruh penumpang panik dan berupaya menyelamatkan diri. Dia yang bisa berenang diselamatkan perahu lainnya.
‘’Saat itu tidak tahu siapa saja teman yang selamat,’’ ujarnya.
Sementara itu, informasi dari dua orang di sekitar lokasi kejadian mengatakan, saat perahu penyeberangan terbalik, posisinya dekat dengan perahu pemancing.
Perahu itu ditali. Sehingga, sebagian penumpang perahu yang terbalik tertolong pemancing tersebut.
Aqib, wakil ketua asrama B Ponpes Langitan, mengaku mendapat informasi santri tenggelam dari Imam.
Selanjutnya, dirinya bersama pengasuh asrama Ponpes Langitan bergegas ke Polsek Babat. ‘’Setelah dilakukan pendataan terdapat tujuh santri yang masih hilang,’’ ujarnya.
Kapolsek Babat Kompol Shodiqin mengaku masih meminta keterangan dari 18 santri terkait kronologi kejadian.
Mayoritas santri pernah melakukan aktivitas penyeberangan menggunakan perahu. Namun, baru kali ini terjadi kecelakaan seperti itu. ‘’Kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut pada pengemudi perahu,’’ ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan lintas sektoral seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan dan BPBD Tuban.
Sebab, kejadian itu melibatkan dua wilayah. Juga, berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) serta badan kesatuan bangsa, politik, dan perlindungan masyarakat (bakesbangpolinmas) setempat.
‘’Hingga sore ini (kemarin) masih dilakukan pencarian tujuh korban yang masih hilang,’’ kata Shodiqin.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran polsek lain yang dilintasi aliran Bengawan Solo. Mereka diminta membantu siaga dan ikut proses pencarian korban. ‘’Kami masih melakukan koordinasi terkait pencarian korban,’’ imbuhnya. 
Data yang dihimpun muslimoderat.com, menyebutkan, sebanyak 18 Santri yang selamat dari tenggelamnya perahu penyeberangan di Bengawan Solo itu adalah:

1.M Sholihul Widad, (13)

2.M Mu'zi Al Athiq, (18)

3.Ahmad Iqbaln (18)

4.A Nu'man Al Murtadlo (14)

5.A Ali Sibro Mulisi (12)

6.Ahmad Umar (12)

7.Khabib Abdur Rozaq (13)

8.Syamsud Dhuha (23)

9.M Imam Buchori (18)

10.Abu Bakar (20)

11.A RafiqiYusuf (20)

12.Abdurrohman (18)

13.M Khoirul Anam (20)

14.M Murtadlo (19)

15.Tondi Marpaung (14)

16.Faisal Tanjung (17)

17.Awaludin (15)

18.Ilzam Fathoni Tahfid (19)

Sedangkan untuk tujuh korban yang masih belum ditemukan adalah: 

1. M Muhsin (18) dari Surabaya

2. Afik Badil (18) dari Brebes Jateng

3. Mabrur (19) dari Kedungadem Bojonegoro

4. Khabib Rizki (15) dari Medan

5. Abdullah Umar (15) dari Manyar Gresik

6. M Barikli Amri (12) dari Manyar Gresik

7. Muhammad Lujainid Dani (13) dari Gresik

[MusliModerat.Com/berbagai sumber]
Advertisement

Advertisement