Hanya Allah yang Tahu Kebenaran Tafsir dalam Al-Qur'an?

HANYA ALLAH YANG TAHU KEBENARAN MAKNA DALAM AL-QUR’AN?
MusliModerat.Com - Nusron Wahid benar menurut saya. Yang “paling tahu” kebenaran mutlak tafsir Al-Quran hanya Allah dan RasulNya. Para penafsir hanya tahu kebenaran relatif tafsir Al-Quran, bukan kebenaran mutlak.
Mengapa relatif (nisbi)? Sebab masing-masing mufassir memiliki subyektivitas, sementara teks Al-Quran itu hamalatul aujuh/muhtamilul aujuh/multiinterpretasi. Dari situlah muncul beragam tafsir. Dengan demikian, sesama penafsir tidak boleh mengklaim bahwa dirinya yang benar sembari menyesatkan lainnya. Memang ada tafsir bil ma’tsur dari Nabi yang diriwayatkan para sahabatnya, tapi kebanyakan tafsir bi ra’yi wal ijtihadi.
Tafsir yang ijtihadi artinya adalah produk pemahaman mufassir (fahmul mufassir) yang bisa benar dan bisa salah. Nah, karena tafsir bersifat ijtihadi, maka para ulama dengan etika tinggi selalu menutup kajian-kajiannya dengan mengucapkan wallahu a’lam bi murodihi, Allah yang lebih tahu maksudnya. Sedangkan para ulama hanya bisa menerka maksud Allah berdasarkan “dzan” atau persangkaan yang kuat. Hal itulah menurut Ulumul Quran atau kitab ilmu-ilmu Al-Quran.
Screenshot tafsir di bawah ini contohnya. Al-Maidah: 51 ditafsirkan secara beragam karena perbedaan pendapat antar para Sahabat Nabi dan generasi rawi setelahnya terkait sabab nuzulnya. Ada yg memaknai “auliya” dengan sekutu, teman, dan ada yang memaknai dengan pelindung. Bahkan ada riwayat dari Ibnu Abbas, penafsir paling otoritatif dari kalangan Sahabat Nabi yang menyatakan bahwa al-Maidah : 51 berkaitan binatang sembelihan orang musyrik. Tidak ada yang menafsirkan sebagai gubernur.
tfsr tfsr1 tfsr2
Nusron Wahid juga bisa dibenarkan bahwa kata “auliya” yang ditafsirkan pemimpin hanya dalam terjemah bahasa Indonesia. Dalam bahasa asing menurut kamus Quran di bawah ini artinya bukan pemimpin.
1. “Auliya” dlm Bahasa Indonesia (Pemimpin)
2. Bahasa Jepang : 仲間, baca:nakama, (kawan, sekutu)
3. Bahasa china: 盟友, baca=mengyou, (sekutu)
4. Bahasa Inggris : Allies (sekutu), Friends (kawan)
5. Bahasa Belanda: Vrienden (kawan)
6. Bahasa Jerman: Freunden (kawan)
7. Bahasa Italia: Alleati (kawan)
8. Bahasa Perancis: Protecteurs (pelindung), alliés (sekutu)
9. Bahasa Spanyol : Amigos (kawan)
10. Bahasa Rumania: oblăduitori (wali)
11. Bahasa Bosnia: Zaštitnike (pelindung)
12. Bahasa Azerbaijan: Tutmayın (kawan)
13. Bahasa Bulgaria: ближни, baca:blizhni (tetangga)
14. Bahasa Bengali: বন্ধু, baca: Bandhu, (kawan)
15. Bahasa Turki: Dost edinmeyin (berkawan)
16. Bahasa Denmark: Venner (kawan)
17. Bahasa Swahili: Marafiki (kawan)
18. Bahasa Albania: Miq (kawan)
19. Bahasa Portugal: confidentes (orang terpercaya)
20. Bahasa Melayu: Teman rapat,
21. Bahasa Korea, Persia, Urdu semua menterjemahkan sebagai kawan.
Terjemah auliya sebagai sekutu atau pelindung atau kawan tersebut sebab mengacu pada sabab nuzul bahwa ayat tersebut turun saat kaum Muslimin kalah perang di Uhud, sehingga mereka berinisiatif bersekutu dan mencari perlindungan dari orang Yahudi & Nashrani tapi Allah melarangnya sebab pada saat itu mereka terbukti melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin. Dalam momentum lain, Rasulullah mengizinkan para sahabatnya hijrah ke Ethiopia untuk mencari perlindungan dari Raja Najasyi yang notabene pemeluk Nashrani yang adil.
Tapi, al-Maidah 51 rawan dipolitisasi (tasyis al-nushush) dengan argumentasi bahwa menjadikan kawan/sekutu/pelindung saja tidak boleh, apalagi menjadikan pemimpin/gubernur non muslim?
Politisasi terhadap ayat ini telah terjadi cukup lama dlm sejarah kebudayaan Islam. Para ulama dari sejumlah madzhab fikih juga menafsirkannya secara politis untuk melarang mengangkat pemimpin dari golongan non Muslim. Wallahu a’lam bish shawwab.[]


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: