Rabu, 26 Oktober 2016

Akhlak Nahdliyin, Nusron Wahid Bertabayun kepada Kiai Ma’ruf Amin

Akhlak Nahdliyin, Nusron Wahid Bertabayun kepada Kiai Ma’ruf Amin
MusliModerat.Net | Ketua PBNU H Nusron Wahid mengaku telah melakukan tabayun (klarifikasi) kepada Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin. Pria asal Kudus, Jawa Tengah tersebut melakukan klarifikasi dengan mendatangi kediaman Kiai Ma’ruf di Jakarta, Selasa pagi (25/10).   

“Alhamdulillah, pagi ini sy silaturrahmi dan tabayyun beberapa hal dg Rois Aam PBNU KH Ma'ruf Amin di kediamannya,” katanya melalui akun twitter pribadinya @nusronWahid1. 

Ia menggungah foto yang menggambarkan pertemuan tersebut dengan penjelasan, “Suasana silaturrahmi penuh keakraban & layaknya anak dan orang tua. Tidak seperti yg dipersepsikan org selama ini.”

Menurut Nusron, kedatangannya adalah bentuk silaturahim kepada kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat tersebut. Silaturahim dan ukhuwwah Nahdliyyah akan terus berjalan meski ada perbedaan di antara dua belah pihak. 

Berdasarkan twitnya, secara tersurat, Nusron melakukan klarifikasi terkait perbedaan pilihan politik yang ramai diperbincangkan di media sosial. “Berbeda itu biasa. Jgn kan dlm pilihan politik, dlm ibadah banyak hal berbeda dan khilafiyyah. Tdk pernah ribut,” katanya.

Menurutnya, dalam pertemuan itu, ia mengaku mendapatkan teladan dari Kiai Ma’ruf untuk mengambil pelajaran dan lebih dewasa dalam menghadapi perbedaan. “Pagi beliau kasih tauladan kepada saya. Indahnya,” lanjutnya. 

Pada twit-twittnya, Nusron tidak banyak memberi tahu apa yang dibicarakan Kiai Ma’ruf. Namun di ujung twit, ia menginformasikan sama-sama tidak sepakat aksi ke jalan dan sepakat untuk saling menghargai perbedaan. “Kata beliau: ‘Saya jg tdk sepakat kl ada aksi di jalan.’ Beliau juga menghargai pilihan dan sikap saya.” 

Menurut dia, dengan demikian, publik yang menganggap dia dan Kiai Ma’ruf sedang “ribut” adalah dugaan belaka. Yang menganggap begitu pasti bukan orang NU. "Saya tdk pernah ribut sama beliau, kenapa kok org lain menganggap ribut? Pasti bukan org NU," pungkasnya. (Abdullah Alaw/NU Onlinei)
Advertisement

Advertisement