Minggu, 23 Oktober 2016

50 Ribu Santri Ikrar Setia Menjaga NKRI di Lapangan Monas

50 Ribu Santri Ikrar Setia Menjaga NKRI di Lapangan Monas
MusliModerat.Com -  Sekitar 50 ribu santri yang mengikuti apel akbar memeringati Hari Santri Nasional 2016 di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (22/10), mengucap ikrar setia terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dipandu Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Fashal Zaini, para santri yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengucapkan ikrar secara lantang sebagai wujud semangat Resolusi Jihad NU 22 Oktober 1945

LPOI merupakan rumah besar para santri, tempat berhimpun ormas-ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (Ikadi), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), dan Himpunan Bina Mualaf.

Ada tiga poin ikrar setia yang dibacakan puluhan ribu santri tersebut. Ketiga poin tersebut, yakni :

1. Setia mempertahankan Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa yang final di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Setia menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menghormati keberagaman suku agama ras dan budaya. Menjunjung tinggi persatuan dalam kebhinekaan serta ikut menciptakan perdamaian dunia.

3. Menolak segala bentuk terorisme, radikalisme dan paham ekstrim lainnya, dan senantiasa bersiap-siaga melawan segala bentuk ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menyatakan ikrar setia ini sebagai jawaban atas mengendurnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dan mencintai Indonesia. “Saya rasa ada ancaman (bagi Pancasila dan NKRI),” ujarnya.

Ia memperkirakan ada sekitar tujuh persen anak muda yang berimpati kepada kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Menurutnya, ada sekitar 1.240 WNI bergabung dengan ISIS. Dari jumlah itu, 58 tewas dan puluhan lainnya pulang ke Indonesia. “Karena itu, kita perlu memperkuat kembali NKRI,” ujarnya.

Karenanya, umat Islam Indonesia harus bersatu dan toleran karena Indonesia terdiri bermacam budaya, suku dan aliran kepercayaan. “Umat Islam Indonesia itu berbeda dengan umat Islam di negara lain,” ujar KH Said Aqil Siradj.

Ia memberi contoh konflik antar umat Islam yang terjadi di Timur Tengah. Menurutnya, korban perang di Irak yang terjadi sejak 2002 sudah menelan jiwa satu juta orang. Kemudian 400 ribu mati akibat perang di Suriah, dan perang di Yaman sudah mengakibatkan 50 ribu orang tewas. Sementara di Libya dan Somalia terus bergejolak. “Kita aman karena komitmen sejak awal dengan kebhinekaan tunggal ika,” ujar mengingatkan. war
Advertisement

Advertisement