Rabu, 07 September 2016

Terbukti anti Pancasila, HTI Dilarang di Jawa Timur

Terbukti anti Pancasila, HT Dilarang di Jawa Timur
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Anton Setiadji (tengah) didampingi Rektor UINSA, Prof Abdul A’la (kanan) dan Dirut PT Tata Bumi Raya, Jamhadi (kiri) saat memencet tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung FEBI, Rabu (07/09). DUTA/endang
SURABAYA | muslimoderat.com - Sejumlah pihak nampaknya sudah gerah dengan keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), terutama perihal kampanye khilafahnya. Dengan mengerek sistem khilafah, HTI dianggap sudah anti- Pancasila. Karenanya, keberadaannya harus segera diakhiri agar tidak semakin mengganggu ketertiban masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Anton Setiadji, dengan tegas ingin menghentikan aksi HTI di Jawa Timur. Karenanya, Polda menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) sudah mewacanakan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk segera membuat Peraturan Daerah (Perda) pelarangan HTI di Jawa Timur.

“Kita akan menegaskan pelarangan itu dengan Perda yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur. Tunggu saja, sebentar lagi,” tandasnya kepada Duta usai menjadi pembicara dalam seminar tentang terorisme dan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA)Surabaya, Rabu (07/09/2016).

Kapolda mengakui, pelarangan itu bukan tanpa alasan. Semua dikatakannya berawal dari kasus di Situbondo beberapa waktu lalu. Di mana dari hasil investigasi kepolisian, ternyata HTI itu benar-benar anti Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

“Kalau kita ya (Kepolisian, red), tidak memandang itu organisasi keagamaan atau bukan. Yang jelas, mereka sudah anti Pancasila, itu bagi kami (polisi) sudah sangat fatal. Ini harus dihentikan,” tandasnya serius. (end/duta.co)
Advertisement

Advertisement