Sabtu, 24 September 2016

Ratusan Banser Terus Bergerak Evakuasi Lokasi Banjir Garut

Ratusan Banser Terus Bergerak Evakuasi Lokasi Banjir Garut
MusliModerat.Com - Banjir bandang yang menimpa Kabupaten Garut dini hari 21 September lalu masih meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Garut dan sekitarnya. Korban nyawa, korban hilang, hingga kerusakan rumah dan tempat tinggal menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Posko Bencana yang dinisiasi oleh Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Garut yang letaknya di SMK Maarif Garut terlihat kesibukan yang luar biasa siang dan malam semenjak banjir melanda.

Di Posko tersebut yang memang hanya beberapa ratus meter dari lokasi bencana terparah itu tampak banyak tumpukan kardus yang berisi makanan dan pakaian bekas layak pakai. Semuanya hanya mampir beberapa saat dan langsung didistribusikan kepada korban.
Menurut Ketua GP Ansor Garut Subhan Fahmi, setiap harinya tak kurang dari 50 relawan turut membantu pendistribusian bantuan dan juga proses evakuasi yang masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
“Kita akan mulai menyisir daerah-daerah yang masih minim bantuan dan penanganan, agar terdistribusi secara merata kepada para korban,”  jelas Fahmi, Jumat (23/9).
Selain relawan dari KBNU, santri dari beberapa pesantren dan pendekar Pagar Nusa, anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) juga diturunkan secara  khusus untuk penanganan bencana.

Menurut Komandan Banser Satkorcab Garut Yudi Nurcahyadi, pasukan Banser sudah diturunkan semenjak musibah banjir terjadi.
“Dari hari pertama kami langsung fokus untuk evakuasi dan pembersihan RSUD Garut karena yang paling rentan adalah mereka yang sedang jadi pasien,” jelas Yudi.
Sejak hari pertama Banser Garut juga sudah menurunkan lebih dari 300 anggota untuk menyisir korban banjir di DAS Cimanuk yang tersebar di enam kecamatan yakni Tarogong Kidul, Garut, Sukaresmi, Banyuresmi, Bayongbong and Limbangan.

“Pekerjaan rumah saya kira masih panjang, masih banyak rumah dan lingkungan pemukiman yang perlu dibersihkan. Juga pengungsi yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya tidak bisa lagi ditinggali,” imbuh Yudi.
Yudi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk pemulihan pascabencana. Saat ini pihaknya juga sedang berkoordinasi untuk penambahan kekuatan proses evakuasi dan pembersihan di lapangan. (ISNU)
Sumber: NU Online

Advertisement