Peran IPNU & IPPNU Diharap Dapat Menghalau Paham Radikalisme Di Sekolah

;

Musliamoderat.Com - Perkembangan paham radikalisme tidak hanya di kalangan perguruan tinggi, tetapi paham anti toleransi ini juga berkembang sampai menembus ke sendi-sendi sekolah menengah atas (SMA &Sederajat). Ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait guna mengantisipasi paham yang sering kali menyebarkan kebencian dan membid’ahkan ajaran di luar pahamnya.

Luasnya penyebaran paham radikalisme membuat pemerintah keteteran dalam mengkounter aliran tersebut. Baru-baru ini Balai Litbang Makassar menemukan bahwa ada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang cenderung berpikit radikal. Hal ini diungkapkan para peneliti Balitbang Makassar saat melakukan pembahasan laporan analisis pengumpulan data di Aula Kantor Balai Litbang Agama Makassar, Kamis (22/09/2016),.

Dari lima lokasi di wilayah timur Indonesia yaitu Sulsel, Sulteng, Sultra, Kaltim dan Maluku yang menjadi sampel, walapaun sebagian besar siswa berpikir toleran, namun ditemukan ditemukan beberapa yang berpikir radikal.

“Seperti yang kami temukan di Sulteng, ada 17 siswa yang bersedia melakukan bom bunuh diri,” jelas Saenal Ali sebagai koordinator peneliti, 

Balai litbang agama dalam penelitian ini melibatkan 10 sekolah disetiap daerah dan melibatkan 1.110 responden. “Adapun tingkat kepercayaan survey ini 97 persen dengan margin error hanya 3 persen,” jelas Saprillah. (Asnawi), 

Untuk itu, peran masyarakat dan lembag terkait sangat dibutuhkan dalam menghalau penyebaran virus radikalisme ini. Fenomena ini sangat berbahaya karena yang menjadi sasarannya adalah siswa yang tidak memiliki latarbelakang pemahan mengenai keagamaan. Doktrinasinya akan sangat mudah menghasut pemikiran polos seorang siswa sekolah menegah atas.

Para guru sekolah harus mewaspadai kehadiran kelompok tersebut. Oleh karena itu, pengawasan yang intensif sangat diperlukan guna menjauhkan virus anti toleransi dari para siswa. Selain guru, peran organisasi seperti Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Perempuan Nahdatul Ulama (IPPNU) sangat diharapkan.

IPNU dan IPPNU sebagai organisasi yang memiliki kaitan langsung dengan pemikiran islam Rahamatan lil alamin dari Nahdatul Ulama, diharapkan dapat menjalankan perannya di wilayah sekolah menengah atas untuk menjauhkan paham radikalisme dari para siswa SMA. Tanggungjawab IPNU dan IPPNU untuk mengambil alih organisasi Rohani Islam (rohis) disetiap sekolah-sekolah sangat diperlukan guna mempersempit ruang gerak penyebaran virus radikalisme.

Proses deradikalisai dengan ajaran Ahlu Sunnah Wal-Jamaah dari NU yang diadopsi oleh IPNU dan IPPNU sangatlah berguna untuk melakukan pencegahan paham radikalisme di sekolah-sekolah. Untuk itu, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama dan Ikatan Pelajar Perempuan Nahdatul Ulama harus secara intensif melakukan kederisasi di wilayah sekolah SMA dan sederajat. Hal ini tentu dengan dukungan dengan oleh para para guru-guru sekolah bersangkutan.

Oleh : Muhammad Aras Prabowo

Kader PMII Rayon Ekonomi UMI


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: