Pasca Muktamar Aswaja Sedunia, Imam Besar al-Azhar Jadi Sasaran Serangan Wahabi

Baca Juga


Imam Besar al-Azhar Syeikh Ahmad al-Tayeb disambut oleh umat Islam Cechnya.
MusliModerat.Com –   Terselenggaranya muktamar Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) Sedunia dengan tema “Siapa Ahlussunnah Waljamaah?” di Grozny, ibu kota Cechnya, membangkitkan tekanan dari kalangan takfiri dan intoleran Wahhabi terhadap Syeikh Ahmad al-Tayeb, Imam Besar al-Azhar, Kairo, yang telah membuka muktamar yang diselenggarakan pada tanggal 25 – 27 Agustus 2016 tersebut. 
Tak kurang, penulis Tunisia Samir Hijawi menebar propaganda anti al-Tayeb melalui akun facebooknya berisikan seruan supaya Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mencopot al-Tayeb.
“Tak ada celah dan tak ada pilihan sama sekali bagi el-Sisi kecuali mencopot Imam Besar al-Azhar Dr. Al-Tayeb dan dewan pimpinan (al-Azhar), karena jika tidak maka dia bertaruh dengan sesuatu yang merugikan Saudi,” tulis Hijawi, sebagaimana dilansir Watan, Jumat ( 2/9/2016).
Dia menambahkan, “Mustahil dapat akur dengan lembaga keagamaaan Saudi setelah lembaga ini dikeluarkan dari Islam, yakni singkatnya, al-Tayeb melayang.”
Hijawi membuat status facebook demikian menyusul adanya serangan masif para penulis dan aktivis Wahabi Saudi terhadap Syeikh Ahmad al-Tayeb yang telah menyatakan berlepas diri dari kaum Salafi/Wahabi pada kata sambutannya dalam pembukaan Muktamar Grozny.
Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Dewan Ulama Senior Arab Saudi dalam statemennya menyebut muktamar itu bermotif politik serta menebar fitnah dan perpecahan. Kecaman serupa juga dilontarkan oleh Syeikh Yusuf Qaradawi karena muktamar yang dihadiri oleh 200-an ulama Aswaja dari berbagai penjuru dunia itu antara lain tidak mengecam tindakan Iran dan Rusia di Suriah.
Sejauh ini belum ada tanggapan resmi pemerintah Mesir terhadap al-Azhar, ataupun dukungannya kepada deklarasi muktamar tersebut.
Al-Alam melaporkan meskipun mendapatkan tekanan dari dan Saudi, pernyataan sikap pedas al-Tayeb terhadap kaum Wahabi mendapat dukungan dari banyak aktivis Mesir melalui medsos. Mereka menilai al-Tayeb telah membela Islam moderat. Mereka juga menyerukan penolakan terhadap tekanan yang biasa dilakukan oleh Saudi.
“Saudi adalah fondasi terorisme dan kerusakan di dunia,” tulis seorang aktivis.
Aktivis Mesir lainnya menyebutkan, “Saudi mengira bisa semaunya membeli orang dengan uangnya… Tak bisa dibenarkan kecuali yang benar.”
Menurut Al-Alam, lebih dari 100,000 penganut Wahabi kebakaran jenggot dan bergerak melalui medsos untuk menyerang muktamar tersebut.
Presiden Cechnya Ramzan Kadyrov dalam sebuah acara TV CBC
Presiden Cechnya Ramzan Kadyrov yang memfasilitasi muktamar tersebut mengatakan bahwa pertemuan ratusan ulama itu ditujukan untuk melawan gerakan “kaum Khawarij masa kini.”
Dalam sebuah acara TV CBC, Kamis (1/8/2016) dia menyindir ekstrimis Salafi/Wahabi dengan mengingatkan bahwa generasi baru umat Islam di dunia sedang diacak-acak dan dikacaukan oleh kaum Khawarij tersebut.
“Muktamar Aswaja tak ada kaitannya dengan Presiden (Rusia) Vladimir Putin, dan kita adalah pelayan bagi Islam dan umat Islam,” katanya.
Dia kemudian menegaskan bahwa ISIS yang berhaluan Salafi/Wahabi telah membunuh ribuan orang, dan di Cechnya sudah ada tekad untuk membasmi Khawarij masa kini. (mm)

Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: