Minggu, 18 September 2016

Kisah Seorang Lelaki Berjenggot dan Berdahi Hitam yang Menggertak Rasulullah


MusliModerat.net - Pada zaman kenabian sudah ada kasus seorang pria berjenggot lebat dengan celana cingkrang serta tanda bekas sujud di dahi yang pernah menyentak Rasulullah yang mulia.

Pria berjenggot lebat itu tiba-tiba menggertak Rasulullah SAW saat membagi-bagikan emas rampasan perang kepada sejumlah kalangan sahabat. Ia melakukan hal itu karena merasa tidak mendapatkan jatah harta rampasan perang. Ia juga mengganggap Rasulullah SAW tidak berbuat adil.

Nama laki-laki berjenggot lebat dan berjidat hitam tersebut adalah Hurqush bin Zuhair, lebih dikenal dengan sebutan Dzul Khuwaishirah al-Tamimi.

Kepada Rasulullah SAW agar bersikap adil kepada seluruh sahabatnya, tidak pilih kasih serta membagikan harta rampasan perang kepada para sahabatnya secara merata. 

“Wahai Muhammad, berbuatlah adil,” gertak Dzul Khuwaishirah.

Sikap Dzul Khuwaishirah kepada Rasulullah SAW ini dipandang sangat tidak sopan dan lancang sekali sehingga membuat para sahabat lainnya marah, sebagaimana reaksi Umar bin Khattab dan Khalid bin Walid. 

Kedua sahabat yang marah itu ingin membunuhnya, namun dicegah oleh Rasulullah SAW demi menghindari api fitnah di kalangan umat Islam, karena ia (Dzul Khuwaishirah) memiliki pengikut yang tidak sedikit.

“Celakalah kamu, siapalah lagi yang akan berbuat adil jika aku saja dipandang tidak adil?”
timpal Rasulullah SAW.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يحقر أحدكم صلاته مع صلاتهم وصيامه مع صيامهم وقراءته مع قراءتهم يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية

Salah seorang kalian meremehkan sholatnya di hadapan sholat mereka, puasanya di hadapan puasa mereka, dan bacaannya di hadapan bacaan mereka, mereka membaca Al Quran (akan tetapi) tidak melampaui tenggorokan mereka, mereka keluar dari agama Islam seperti anak panah keluar (saat menembus) sasarannya. (HR. Bukhari (3610), (3344), Muslim (1064) dari hadits Abi Sa’id)

“Sesungguhnya akan muncul dari keturunan orang ini sekelompok orang yang membaca Al-Quran namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (bacaannya tidak diterima oleh Allah SWT). Mereka membunuh umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala (orang-orang kafir). Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya,” pungkas Rasulullah SAW.
(Muttafaqun ‘aIaihi, HR. AI-Bukhari no. 3344, 7432, 7562; Muslim no. 1064, 1065)

Maka, hati-hatilah terhadap orang berjenggot, jidat hitam dan celana cingkrang yang mengaku paling nyunnah sendiri. Lha wong orang tua Nabi saja dikafir-kafirkan, apalagi orang tua Anda. Mereka tidak paham ilmu bayan, atau disiplin ilmu tentang tatacara mengambil keterangan hadits, langsung bisa menyimpulkan. Betulah kaum oon hakikat agama. [dutaislam.com/ ab]
Advertisement

Advertisement