Senin, 05 September 2016

Kiai Said: Tidak Level Melayani Fitnahan bahwa Saya Syi’ah

Kiai Said: Tidak Level Melayani Fitnahan bahwa Saya Syi’ah
MusliModerat.Com | Awal Agustus 2016, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj datang ke Kalimantan Timur, tepatnya ke Penajam Paser Utara. Di Penajam, Kiai Said menghadiri sejumlah kegiatan diantara Halal bi Halal dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) PPU. (2/8)

Untuk bisa sampai ke Penajam, mau tidak mau melewati Kota Balikpapan. Dari Bandara Sepinggan, Kiai Said didampingi oleh Ust. Ahmad Rosyidi, demikian pula saat balik dari Penajam ke Balikpapan. Kiai Said kembali dari Penajam / menyebarang lagi ke Balikpapan pada tanggal 3 Agustus sebelum shubuh, sementara Ust. Ahmad Rosyidi menunggu Kiai Said di pelabuhan Semayang untuk didampingi ke Bandara Sepinggan karena pesawat yang akan ditumpangi beliau take off (lepas landas) pukul 6 pagi.
Saat di Bandara, tepatnya di di Lounge Garuda Bandara Sepinggan, Ust. Ahmad Rosyidi memiliki unekunekdalam pikirannya, ada sesuatu yang ingin ditanyakan kepada Kiai Said terkait dengan tuduhan syi’ah terhadap Kiai Said.
“Rabu, 3 Agustus kemarin, ba’da Shubuh, di Lounge Garuda Bandara Sepinggan, sebenarnya sy ingin bertanya langsung pd Beliau terkait “tuduhan Syi’ah” yg diarahkan pd Beliau, Sayangnya…pertanyaan belum sempat sy lontarkan waktu boarding tiba.”, tutur ustadz yang pernah menjadi Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) di Kota Balikpapan itu.
Pertanyaan yang tidak sempat terlantorkan itu ternyata tanpa diduga Kiai Said “menjawab” pertanyaan tersebut. Kiai Said mengatakan bahwa dirinya tidak level menjawab fitnah-fitnahan yang ditujukan kepadanya.
SUBHAANALLOH…tanpa sy melontarkan pertanyaan yg sy rencanakan, saat turun di eskalator Beliau dawuh “Saya TIDAK LEVEL menjawab fitnahan bahwa saya Syi’ah…, KH.Hasyimpun tau kalau sy bukan Syi’ah”. Akhirnya…sy timpali “Nabi Muhammad aja pernah dituduh GILA”jelas ustadz Rosyidi menunjukkan ketakjubannya.
KH. Said Aqil Siraj sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memang tidak pernah lepas dari opini negatif yang dilancarkan oleh pihak tertentu. Sejak dahulu, pengurus NU pusat memang tak lepas dari persoalan tersebut.
Salah satu fitnah yang pernah santer dilancarkan adalah Kiai Said dituduh sebagai Syi’ah. Mendapati beredarnya fitnahan tersebut, kalangan NU sendiri sempat gusar, akhirnya banyak yang melakukan tabayyun, salah satunya tabayyun yang diselenggarakan dalam sebuah forum Kiai Muda NU di Jawa Timur beberapa tahun lalu. Kesimpulan dalam pertemuan yang dihadiri para habaib dan 300-an kyai tersebut bahwa fitnahan itu tidak benar, Kiai Said bukan syi’ah.
Ada pula fitnah yang beredar bahwa Kiai Said mengirim mahasiswa NU ke Iran. Padahal selama memimpin NU, Kiai Said belum pernah satu kali pun mengadakan kerjasama dengan Syi’ah. Kiai Said sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan fitnahan-fitnahan yang ditujukan kepadanya dan lebih fokus pada membangun Nahdlatul Ulama, sebagai bentuk amanah, khususnya mengemban amanah para ulama sepuh NU yang telah menunjuk beliau sebagai Ketua PBNU.  (4bd/NU Balikpapan)
Advertisement

Advertisement