[KH Maimoen Zubair] Misteri Haji Tahun 1950

[KH Maimoen Zubair] Misteri Haji Tahun 1950
MusliModerat.Com | Syaikhina KH. Maimoen Zubair berkisah bahwa beliau berhaji untuk pertama kalinya pada tahun 1950, bersama Kakek beliau dari fihak ibu, KH. Ahmad Bin Syu'aib, dan KH. Imam Kholil. Syaikhina sering mengisahkan kebesaran peritiwa haji pertama beliau di berbagai kesempatan. 

"Biyen niku haji ora keno luweh seko nematus (600) ewu, kulo taseh menangi kaji niku dibatesi kudu mung nematus (600) ewu. Nek luwih,,, akeh sing mati. nek kurang,,, ditambahi malaikat. kulo menangi niku.. geh!
Dahulu, kuota haji dibatasi dibawah 600 ribu. Saya menjumpai masa itu. Apabila lebih dari 600 ribu, banyak yang mati. Apabila kurang dari 600 ribu, ditambahi jama'ah dari bangsa Malaikat. Saya benar-benar menjumpai massa itu.

Kulo nate kaji kalih Mbah Mad niku kurang nematus (600) ewu, mung 580 (ewu) kurang pinten niku? kaleh doso (20) ewu. Niku kapan dalu sing thawaf wong macem-macem. Mbah kulo niku angger dalu mesti thawaf sewengi-sewengi. Tak takoni, mbah njenengan niku angger dalu thawaf sewengi-sewengi?”. "Alah cung,,, wong kaji nikmat iku yo saiki iki, sebab kurang seko nematus (600) ewu, ditambahi rijaalul ghoib. kue nek kepengin weruh rijaalul ghoib, thawaf bareng aku sewengi".
”mbah abot mbah.. mpun njenengan mawon” trose kulo, niku mbahe kulo nangis muring-muring kaleh kulo,kulo bantah ”mbah putune melok di doa’ake nopo mboten?”, "Iyooo", jawabe mbah.
"Lha mpun cekap panjenengan mawon ingkang towaf lan dongo, dongone njenengan langkung mandhi."

("Dahulu, kuota haji dibatasi dibawah 600 ribu. Saya menjumpai masa itu. Apabila lebih dari 600 ribu, banyak yang mati. Apabila kurang dari 600 ribu, ditambahi jama'ah dari bangsa Malaikat. Saya benar-benar menjumpai massa itu".

"Saya pernah haji bersama kakek saya (KH. Ahmad bin Syu'aib tahun 1950, jama'ahnya kurang dari 600 ribu, hanya sekitar 580 ribu, kurang berapa itu? 20 ribu. Apabila malam datang, yang thowaf di Masjidil Haram itu dari berbagai macam makhluk. Kakek saya setiap malam pasti thowaf semalam suntuk. Saya tanya kepada beliau, "Kek, kenapa kakek selalu towaf tiap malam, semalam suntuk?"
Kakek menjawab, "Ini momen spesial nak, karena haji paling nikmat itu ya saat ini, sebab jumlah jama'ahnya kurang dari 600 ribu, ditambahi dengan rijalul ghoib. Kamu kalau ingin tahu rijalul ghoib, berthowaflah denganku setiap malam, semalam suntuk."
Saya jawab, "Wah, berat kek, kakek saja yang thowaf." Mendengar hal itu kakek saya nangis dan marah-marah. Kemudian saya bilang kepada kakek, "Kek, tapi cucunya tetap didoakan kan, saat thowaf?", "Tentuuuu", jawab kakek. "Kalau begitu, cukup didoakan kakek saja. Saya yakin doanya kakek lebih maqbul. ")

________________
Disarikan dari Mawa'izh Syaikhina KH.Maimoen Zubair, oleh Ust. Muhammad Wahyudi (Kanthongumur).


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: