Karomah Al-Habib Umar bin Hafidz

Karomah Al-Habib Umar bin Hafidz
MusliModerat.Com - Kisah ini diceritakan Al Habib Mundzir bin Fuad Almusawa (allah yu’lii darajaatihi fil jannah) saat beliau mengadakan ijtima’ dengan para pelajar Darul Mushtafa beberapa tahun yang lalu (rekamannya diputar di haul Habib Mundzir di Darul Mushtafa)
 
Dalam kesempatan itu Habib Mundzir bercerita:
 
Dulu waktu aku masih belajar di kota ini (Tarim), ada salah satu murid Al Habib Umar bin Hafidz yang melakukan pelanggaran berat yaitu mabuk minuman keras. Mengetahui akan hal itu, Habib Umar menjadi marah besar. Aku tidak pernah melihat Habib Umar marah seperti waktu itu (memang jarang sekali beliau marah, bahkan hampir tidak pernah)
 

Akhirnya anak itu dipulangkan ke negaranya (Indonesia). Sepulangnya ia ke Indonesia, perbuatannya semakin hari semakin parah. Setiap malam ia pergi ke diskotik dan minum minuman keras, kami tahu bahwa hal ini terjadi disebabkan kemarahan Habib Umar.
 
Ketika aku pulang ke Indonesia, aku mendengar bahwa anak itu meninggal dunia. Aku datang ke rumahnya untuk bertakziah, di sana aku bertemu dengan ayahnya. Sang ayah lantas menceritakan semua yang terjadi pada anaknya:
 
”Alhamdulillah… anakku ini sudah bertobat sebelum ia wafat. Seminggu sebelum wafatnya, ia mimpi bertemu gurunya Habib Umar bin Hafidz, beliau berkata pada anakku: ”al’aan waqtak.. sekarang sudah tiba waktumu.”
 
 
Keesokan harinya, ia mengaku bahwa semua keinginan maksiatnya telah hilang. Entah kenapa mulai saat itu yang ia kerjakan hanyalah pergi ke masjid, membaca al Quran dan berdoa sambil menangis dalam shalat tahajjudnya. Sampai akhirnya ia meninggal dunia seminggu setelahnya.”
 
Banyak orang yang mengaku pernah berjumpa Habib Umar dalam mimpinya. Bukan hanya murid-murid beliau, para muhibbinnya saja, tapi juga mereka yang tak mengenal siapa itu Habib Umar atau bahkan tak mengenal Islam sama sekali (dulu ada orang Amerika yang datang ke kota Tarim dan masuk Islam karena sering melihat Habib Umar dalam mimpinya). Terlepas dari apa tafsir mimpi tersebut (bisa dilihat sendiri di kitab tafsirul ahlam, tathyirul anam dll). Satu hikmah yang bisa kita ambil disini:
 
”Begitu tulus dan ikhlasnya Habib Umar dalam menebar kebaikan, sampai-sampai Allah tidak hanya menguatkan dakwah beliau di alam nyata, tapi Allah juga menyebarkan dakwah beliau dalam tidur lelap hamba-hamba-Nya.”

 
Wallahu a’lam[fiehmenjawab.net]
 
Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa’ala alihi washobihi wasalima


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: