Selasa, 09 Agustus 2016

Wacana Full Day School Dinilai Membunuh Madrasah Diniyah


Wacana Full Day School Dinilai Membunuh Madrasah Diniyah
MusliModerat.Com - Wacana memperpanjang jam sekolah siswa SD-SMP hingga pukul 17.00 atau full day school yang dilantorkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendy ramai dibicarakan netizen.

Di media sosial twitter, frase 'full day school' sudah menjadi trending topik selama delapan jam, Senin (8/8/2016) malam
Netizen memberi tanggapan beragam mulai dari yang setuju hingga yang tidak setuju.
"Full Day School (?) stju sih full day school asl msuk jm 8, istirahat 2 jam, kantin koperasi gratis, buku & spp gratis, FULL wifi yes!," @Aris_Seniorjr.

Ada pula yang menganggap wacana Mendikbud sejatinya nuntuk membunuh mandrasah diniyah dimana kegiatannya selama ini Sudah sampai sore hari.
"Ide mendikbud soal full day school adalah cara halus membunuh madrasah diniyah yg kegiatannya sore hari @jokowi @BeritaPKB @DPR_RI @PKBTV," tulis @kang_maman72.


Netizen lainnya khawatir full day school bakal mengrangi interaksi anak dan orang tua.
"Full Day School ? pak @Kemdikbud_RI kalau itu diterapkan bukankah mengurangi hubungan antara anak dan orangtua? apakah rumah uda ga nyaman?," tulis akun @siahaanSabeth.
Netizen lainnya menolak sistem full day school.

"Pak @jokowi , tolong usulan Pak Menteri Pendidikan "Full Day School" ditolak saja, anak2 itu bukan robot, perbaiki dulu kurikulum sekarang," tulis @renzzwhen.
Jika full day school diterapkan, netizen meminta Mendikbud untuk full day work.
"Kalo anak sekolahan aja Full Day School, berarti Menteri pendidikannya juga harus Full Day Work. Yakan? Yagak?," tulis @Abimeey.(tribun)
Advertisement

Advertisement