Jumat, 05 Agustus 2016

[KH Maimoen Zubair] Cara Mengobati Penyakit Hati

[KH Maimoen Zubair] Cara Mengobati Penyakit Hati
Sarang, Malam Jum'at Pahing, 2 Dzul Qo'dah 1437 H/ 5 Agustus 2016 M.

MusliModerat.Com - Kajian Kitab Ihya' Ulumiddin setelah shubuh bersama Syaikh Maimoen Zubair di Ndalem.
Salah satu faidah berhubungan dengan masyarakat adalah adanya uji coba terhadap diri pribadi. Hal itu untuk menguji coba hati, akhlaq dan sifat-sifat batin yang tidak akan mungkin terjadi saat sendiri.
Orang yang terkena penyakit kudis, terkadang ia tidak mengetahui dan tidak merasa bahwa ia terkena penyakit kulit itu. Namun saat terkena gesekan dengan kain atau anggota tubuh lain, maka akan keluar nanah dari tubuh yang terkena penyakit kudis itu dan ia akan merasa sakit.

Begitu pula hati yang terkena berbagai penyakit, seperti sombong, mudah marah, iri hati, dengki serta penyakit yang lain, tidak akan terlihat penyakit yang bersemayam dalam hati saat ia sendiri. Namun saat ia berhubungan atau bahkan bergesekan dengan orang lain atau kepentingan orang lain, maka akan tampak isi sebenarnya yang ada dalam hatinya.

Oleh karena itu, orang yang akan membersihkan hatinya hendaknya menguji coba dengan berhubungan dengan orang lain, seperti yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu.
Saat ia merasa sombong, maka ia mengobati kesombongan itu dengan melakukan hal-hal yang dianggap remeh atau sepele pada keramaian, seperti membawa wadah air atau kayu bakar di atas kepala atau punggungnya pada khalayak ramai sehingga dilihat banyak orang.
Hal itu mereka lakukan untuk mengetahui penyakit yang tertanam dalam hatinya, karena penyakit hati dan godaan syetan adalah hal yang samar serta sedikit orang yang waspada terhadap kedua hal itu.

Diceritakan bahwa ada orang sholeh yang mengulangi sholat yang dilakukan selama beberapa tahun, padahal ia selalu melakukannya pada barisan pertama. Pada suatu hari ia tertinggal sholat berjamaah pada barisan pertama, sehingga ia sholat berjamaah pada barisan kedua. Saat itu ia merasa malu dilihat orang karena ia sholat pada barisan kedua.
Pada saat itu ia baru mengetahui dan sadar bahwa sholat berjamaah yang ia lakukan pada barisan pertama selama beberapa tahun, ternyata tercampur riya dan pamer, hatinya menikmati pandangan manusia atas dirinya serta menikmati anggapan dan i'tikad manusia bahwa ia termasuk golongan orang yang berlomba dan menjadi orang yang terdepan dalam kebaikan.
Dikatakan: Bepergian akan memperlihatkan budi pekerti aslinya. Karena bepergian merupakan salah satu bentuk dari berhubungan dan bercampur dengan manusia.

Oleh: Kanthongumur
Advertisement

Advertisement