Kang Said: Indonesia Beruntung Miliki Ulama Nasionalis, Nasionalis Beragama Islam

;
Kang Said: Indonesia Beruntung Miliki Ulama Nasionalis, Nasionalis Beragama Islam
MusliModerat.Com - Islam Indonesia harus santun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena Islam Indonesia harus jadi rahmat bagi umat lainnya. Sementara di Timur Tengah gejolak politik dan sosial tidak putus-putus bahkan memakan banyak korban.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) pada acara halal bihalal PCNU Kota Padang, Kamis (4/8).

Menurut Kang Said, sejak sebelum kemerdekaan para kiai NU melalui muktamarnya di Kalimantan tahun 1936 sudah memutuskan negara Indonesia yang akan dibentuk, bukan negara Islam. Mereka dengan tegas menyatakan, Indonesia yang akan dibangun adalah negara kebangsaan yang damai. Di dalamnya semua warga diperlakukan sama dan adil.

"Indonesia beruntung memiliki ulama yang nasionalis dan nasionalis yang beragama Islam. Ulama yang nasionalis pasti membela tanah airnya sampai titik darah terakhir. Sebaliknya, nasionalis yang beragama Islam tidak akan menganiaya ulamanya. Sebutlah ulama-ulama dari NU, Muhammadiyah, Persis, Perti dan sebagainya, semuanya berjiwa nasionalis. Mereka mencintai tanah airnya. Bahkan ulama NU pada 22 Oktober 1945 mengeluarkan resolusi jihad melawan pasukan Sekutu. Membela tanah air hukumnya fardu ai'n,” kata Kang Said.

Kang Said membandingkan kondisi Indonesia dengan kondisi di Timur Tengah. Menurutnya, tidak ada ulamanya yang nasionalis dan tidak ada pula nasionalis yang ulama. “Di Timur Tengah ulama dihukum pancung oleh pemerintahannya. Perang antarkelompok, antarsuku dan beda pandangan politik terus berlangsung. Tidak ada pihak yang mampu menyelesaikannya," kata Kang Said yang 13,5 tahun berada di Timur Tengah.

Kepala Kemenag Kota Padang Japeri menyayangkan banyaknya fenomena di masyarakat yang bertentangan dengan akhlakul karimah karena masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan paham masyarakat. Paham yang masuk tersebut sangat menyesatkan masyarakat sehingga menimbulkan keresahan di tengah umat Islam.

"Apa yang disampaikan Ketua Umum PBNU itu sangat penting diketahui umat. Karenanya sengaja dalam halal bihalal ini dihadiri pula oleh para penyuluh agama, kepala madrasah dan KUA. Sehingga mereka sebagai perpanjangan kepada umat di akar rumput mendapatkan informasi yang lebih berkompeten," kata Japeri.

Pertemuan ini dihadiri antara lain oleh Wakil Walikota Padang Emzalmi, dan Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi Tuanku Malin Sati. Tampak hadir sesepuh NU Sumatera Barat Tuanku Bagindo Mohammad Leter, Prof Asassriwarni, pengurus banom NU, dan undangan lainnya. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K/NU Online)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: