HUT Kemerdekaan RI, Dimana Aktivis HTI?

;
HUT Kemerdekaan RI, Dimana Aktivis HTI?
MusliModerat.Com - Ada sindiran menarik dari kader-kader NU dan Muhammadiyah ketika sibuk menggelar upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71, Rabu (17/8). Di mana ada spanduk ucapan selamat kemerdekaan dari HTI? Apa yang dilakukan aktivis-aktivis kelompok garis keras saat ini?

“Yang jelas, gerakan khilafah itu konkret, termasuk tahapannya. Seperti yang dilakukan oleh HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Tetapi, sayang pemerintah tampak abai. Saya melihat ini sudah masuk ranah politik, seperti dipelihara,” kata Sholikhul Huda, SH.I, MH.I kader Muhammadiyah yang juga dosen di Fakultas Syariah, Universitas Islan Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jumat (19/8/2016) kepada duta.co.

Menurut Sholikhul Huda, Muhammadiyah menyadari munculnya ancaman serius terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Ancaman itu berupa gerakan diterapkannya sistem khilafah di negeri ini. Gerakan ini tidak boleh dianggap enteng. ‘Pembiaran’ ini, membuat Ormas Islam, termasuk Muhammadiyah harus mampu mengantisipasi.

Diakui Sholikhul Huda, di Muhammadiyah juga terdapat kelompok-kelompok yang congdong kepada khilafah, yang mengkaitkan Islam dengan negara. Walaupun jumlahnya sangat kecil. Padahal, bagi Muhammadiyah bentuk dan dasar negara, itu sudah selesai. NKRI sudah final, sebagaimana dikukuhkan kembali dalam Muktamar ke-47 di Makasar, 2015 lalu.

“Nah kelompok-kelompok pro-khilafah di Muhammadiyah ini kemudian memilih HTI, mereka sibuk mengusung sistem khilafah yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, landasan berbangsa dan bernegara,” kata penulis buku ‘Benturan Ideologi di Muhammadiyah’ - Pertarungan Ideologi Medorat versus Radikal ini.

Masih menurut Sholikhul Huda, makin maraknya dakwah-dakwah agama yang dilakukan dengan kekerasan, atau bahkan memunculkan aksi teror, maka, Muhammadiyah sekarang perlu membentuk mubaligh damai. Di samping itu, mengajak insan kampus untuk lebih serius mengamati, mencermati dan menyikapi konflik-konflik atas nama agama.

“Jadi, melalui agenda jangka panjang, Muhammadiyah juga konsentrasi menanamkan pemahaman yang benar dalam berbangsa dan bernegara melalui pendidikan,” jelasnya.(mky/duta.co)


Kontak Kami !

Kritik, Saran, Informasi, Pemasangan Iklan atau Kirim artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email muslimoderat@gmail.com

Dapatkan Berita Terbaru MusliModerat via Email: