Minggu, 14 Agustus 2016

Beda Jauh, Jangan Samakan Full Day School dengan Pesantren

Beda Jauh, Jangan Samakan Full Day School dengan Pesantren
MusliModerat.Com - Surabaya, Pengamat pendidikan menilai keliru jika pendidikan pesantren disamakan dengan praktek Full Day School yang diwacanakan Menteri Pendidikan Nasional  dan kini menjadi pembicaraan di masyarakat.
Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Dr Achmad Muhibbin Zuhri menilai antara pendidikan pesantren dengan Fullday School sangat berbeda.” Tidak semua aspek Fullday School sama dengan Pesantren,” ujarnya, di Surabaya, Sabtu (1238).
Ia menambahkan di dunia pondok pesantren yang hakiki tidak semua diukur oleh memakai sistem transaksional dan ukuran duniawi, artinya murid membayar dan guru dibayar.
“Kalau seperti Pesantren, gurunya mau dibayar berapa karena mengawasi santri mulai bangun tidur hingga tidur lagi, mereka mendidik pagi,siang dan malam. Selain itu mereka juga mengawasi makan, mandi mdan tidur yang semua jadi kurikulum. Semangat pesantren yang ada hanyalah give,give,and give serta tidak ada Take and Give”,ujar Gus Muhibbin, yang juga Ketua NU Surabaya.
Selain itu di Pesantren lebih banyak diukur keikhlasan, Wakif ikhlas mewakafkan lahannya.Kiai ikhlas memimpin. Guru ikhlas mendidik, Santri ikhlas dididik. Walisantri ikhlas menyerahkan putra putrinya untuk dididik.
Itulah kenapa beban kerja pendidik di pesantren tidak bisa dihitung pakai matematika dunia. Apalagi jika sampai dihitung perjam pelajaran. Pakai upah lembur pula. Karena niat mereka memang bukan bekerja mencari penghasilan seperti layaknya pegawai di instansi instansi profit maupun publik.
“Dalam sistem pesantren, santri hanya membayar apa yang mereka pakai. Makanan, listrik, air dsb,  zelf berdruiping system. Bersama memakai bersama membayar,Tidak ada rumusan santri membayar guru, “tegasnya.
Dikatankanya, mendidik santri adalah bentuk perjuangan. Bentuk pengabdian kepada agama dan bangsa. Lalu bagaimana mereka menghidupi keluarga mereka?,Itulah rahasia keberkahan yg dijanjikan Allah SWT kepada siapapun yang mau membantu agama-Nya. “In tanshurullaah yanshurukum wa yutsabbit aqdamakum. Burung saja keluar sarang sudah dijanjikan rezekinya oleh Sang Maha Pemberi Rezeki,”ujarnya.(erw)
Advertisement

Advertisement